.jpg)
Kristenisasi makin gencar. Komentar Anda?
Negeri Barat memiliki misi yang disebut neo-imperialisme secara sembunyi-sembunyi. Mereka punya misi triple G, yaitu gold, gospel, dan glory. Tetapi sekarang hanya melakukan gospel (agama) saja. Seperti pernah diberitakan Majalah Time dan dikutip Harian Republika, Barat telah mengirim 27 ribu Evangelis ke Indonesia. Mereka menyebarkan agama dengan kedok bisnis, lembaga donor, dan konsultasi. Di Indonesia, kelompok yang masuk dalam kategori ini adalah Lippo Group pimpinan James T Riady, dan jaringan bisnis Ciputra.
Apa saja bentuk gerakan mereka?
Berupa bantuan kemanusiaan, pendidikan, dan dana amal. Juga membuat proyek media seperti Radio Pelita Kasih dan Televisi CBN (Cahaya Bagi Negeri) yang membangun kerjasama dengan stasiun televisi yang sudah ada. Program atau proyek ini berpusat di Lippo Cikarang di bawah naungan Gospel Overseas (GO). Bidang kesehatan juga digarap, salah satunya mendirikan RS Siloam Gleneagles di kawasan Lippo yang sering menyediakan pelayanan doa bagi pasien, termasuk pasien yang beragama Islam.
Kenapa markas mereka di kawasan pinggiran, bukan di ibukota Jakarta misalnya?
Menurut pengakuan aktivis mereka yang sudah masuk Islam, mereka menggunakan metode rinyuh atau rayap. Maksudnya, menyerupai gerakan rayap yang selalu melahap kayu dari pinggirnya, baru ke tengah. Seperti pepatah makan bubur panas, mulai dari pinggir lalu ke tengah, lama-lama �kan habis juga.
Apa yang harus dilakukan kaum Muslimin?
Ini adalah warning (peringatan) bagi ummat Islam. Kristenisasi bukanlah sebuah isu melainkan realitas yang harus dihadapi. Ummat Islam harus waspada dan hati-hati. Yang lebih penting, umat Islam harus siap berkompetisi dengan kaum Kristiani. Jangan malah bersikap reaksioner.
Berkompetisi bagaimana?
Kalau kita ingin menghadang musuh, maka kita harus tahu strategi musuh. Mereka menguasai media massa, baik cetak atau elektronik, maka ummat Islam harus bisa menguasai jalur yang sama. Tentunya ini butuh dukungan semua pihak. Marilah semua elemen ummat ini berkerjasama, bukan cuma sama-sama kerja.
Kita berharap para aghniya (orang kaya) mau bersama-sama membetengi ummat dari pemurtadan. Bila secara formal mereka tak bisa menjadi da�i, cukuplah bila mereka membantu dana. Kita juga harus menggiatkan pembinaan untuk memperkuat aqidah ummat. Dalam waktu yang sama, kita juga harus melakukan perlawanan. Jika selama ini para penginjil sudah berani mendatangi rumah-rumah orang Muslim, maka sekarang kitalah yang mendatangi mereka.*
Keren bangat
ReplyDelete