
-2004- Hari-hari ini, ummat Kristiani sedang melaksanakan hajatan besar. Tepatnya tanggal 27 Juli hingga 16 Agustus 2004 lalu. Nama acaranya adalah Summer Mission 2004 (Misi Musim Panas 2004).
Seperti tertulis di situs World Harvest Global (www.worldharvest.cc), hajatan ini sesungguhnya adalah misi kristenisasi yang dikemas dalam konser musik, pesta pantai, dan berbagai program pelatihan misi. Di Indonesia, �para gembala� akan menyerbu sejumlah kota besar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
Rencananya, rombongan misionaris akan berangkat dari Los Angeles (Amerika Serikat), tanggal 25 Juli 2004. Mereka mula-mula singgah di Pekanbaru (Riau) dan beberapa daerah sekitarnya, selama tiga hari. Kemudian menuju Mentawai (Sumatera Barat) selama dua hari, lalu kembali Pekanbaru.
Selanjutnya rombongan bertolak ke Kupang (Nusa Tenggara Timur). Acara di sini direncanakan berlangsung tiga hari. Kota tujuan lainnya adalah Soe, sekitar 11 km arah timur kota Kupang. Setelah itu, balik ke arah barat, tepatnya ke Sumba (Nusa Tenggara Barat). Acaranya cuma 2 hari.
Giliran berikutnya adalah �serangan� ke Jakarta. Salah satu acara yang akan digelar adalah Harvest Festival, yang digelar 10-13 Agustus 2004. Dalam sebuah brosur yang dicetak �untuk kalangan sendiri�, tertulis tiga kegiatan besar yang akan dilaksanakan.
Tanggal 11-13 Agustus 2004 digelar seminar kepemimpinan. Beberapa pembicaranya adalah publik figur, salah satunya Theo F Toemion (tokoh PDI Perjuangan yang kini menjabat Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM).
Pada tanggal 10 Agustus 2004 diselenggarakan Extravagant Worship. Sebuah acara hiburan yang menampilkan 40-an artis top dan grup musik ternama, seperti Harvey Malaiholo, Ria Warna, Joseph S Djafar, Christopher Abimanyu, Viona Paays, Bobby One Way, Lea Simandjuntak, dan Trinity Singer.
Tak kalah hebohnya adalah pesta Youth Explosion pada 12 Agustus 2004 pukul 19.00. Acara ini melibatkan 1.200 anak muda, bertempat di Lippo Karawaci. Juga menampilkan artis-artis top beragama Nasrani yang biasa tampil di MTV. �Itu semua dipersembahkan kepada Yesus! Berpakaianlah dengan keren dan gaul! Ajak temanmu, datang lebih awal, dan jangan lewatkan Party at the Dome 2: Youth Explosion!!!�
Usai menggarap Jakarta, rombongan bertolak ke Semarang dan Surabaya (13-14 Agustus 2004).
Nama acara di dua kota ini cukup menyeramkan: Crusade (Perang Salib).
Terakhir, mereka kembali mengguncang Jakarta dengan konser untuk menggaet kalangan muda. Esoknya, tanggal 16 Agustus, misi mereka berakhir dengan penutupan. Tidak dijelaskan kapan mereka kembali ke AS.
Dalam seruan kepada komunitasnya, mereka mengumbar target akan menawarkan kesegaran baru pada dunia: �Kita ingin mentransformasikan paradigma baru bagaimana kita melihat manusia, dan cara manusia melihat Tuhan!� Di setiap tempat, mereka akan mengguncang warga sekitar dengan doa bersama 100-130 ribu jemaat.
Namanya saja proyek besar, tentu harus di-back up oleh dana dan orang besar pula. Orang besar itu adalah James T Riady, konglomerat yang kini jadi komandan Lippo Group . Apa saja yang dilakukannya? Simak saja tulisan ini sampai tuntas.
Tidak banyak orang yang tahu tentang rencana-rencana besar itu. Ustadz Mansyur Sahid, seorang aktivis dakwah di Kupang (NTT) misalnya, mengaku tak tahu ada rencana itu.
Buya Mas�oed Abidin, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumatera Barat, juga mengatakan hal senada. �Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menghadapi kristenisasi, secara cerdas. Kita juga memerlukan semacam pusat informasi kristenisasi, agar kegiatan-kegiatan semacam itu bisa kita monitor,� kata penulis buku Islam dalam Pelukan Muhtadin Mentawai ini.* (Ahmad Damanik, Dedi Junaedi/Hidayatullah)
No comments:
Post a Comment