Friday, November 20, 2009

LIPPO Kota Ternama Penuh Rahasia



Beberapa lokasi di kawasan bisnis Lippo ditengarai jadi markas kristenisasi. Apa indikasinya?

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, citra Kota Tangerang (Banten) sebagai kota pinggiran berubah drastis. Bukan lagi sekadar kota tempat menampung limbah pabrik atau masyarakat yang mencari nafkah di Jakarta, Tangerang kini layak mendapat sebutan sentra bisnis baru.

Tangerang berubah terutama sejak tahun 1992, saat Lippo Karawaci membangun kawasan bisnis di sekitar pintu masuk kota, tepatnya berada di pinggir jalan tol Jakarta-Merak, atau di pintu keluar tol Tangerang.

Siapapun yang melewati jalan tol, pasti bisa melihat kawasan ini dengan jelas, gedung-gedung menjulang tinggi, megah, dan mewah. Di kawasan Tangerang, tak ada gedung-gedung bertingkat tinggi kecuali di kawasan ini. Tak heran, masyarakat Tangerang cukup bangga dengan keberadaan Lippo Karawaci.

Kawasan bisnis Lippo bagaikan magnet. Orang-orang dari luar Tangerang, seperti Serang, bahkan Jakarta, berbondong-bondong ke sini. Promosi Lippo Karawaci memang sangat gencar, baik di media cetak maupun elektronik, sehingga mempesona banyak pihak.

Wajar saja, sebab semua fasilitas kesenangan dunia ada di sini. Mulai dari perumahan, hotel, pasar swalayan, tempat hiburan, sekolah, sampai rumah sakit. Juga terdapat gedung-gedung perkantoran, salah satunya menara menjulang bertuliskan Lippo Bank. Semua fasilitas bertaraf internasional.

Ada rumah sakit yang sangat mewah di sini, namanya International Siloam Gleneagles. Juga sekolah prestisius mulai dari tingkat kelompok bermain sampai perguruan tinggi. Sekolah-sekolah itu bernama Sekolah Dian Harapan (SDH), Sekolah Pelita Harapan (SPH), dan Universitas Pelita Harapan (UPH).

Kalau mau belanja, tersedia Mall Lippo Karawaci. Luasnya dua kali lapangan sepak bola. Semua kebutuhan rumah tangga, sandang, dan pangan, tersedia di pertokoan ini.

Pada bulan Mei 1998, ketika kerusuhan melanda Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia, Lippo Karawaci tak luput dari serangan massa. Beberapa lokasi terbakar. Hebat, beberapa saat kemudian, langsung berdiri Markas Komando Resort Militer (Koramil) di dekatnya. Aman.

Tepat di samping markas, ada landasan helikopter. Menurut keterangan salah seorang anggota satuan pengaman (satpam) penjaga landasan, hampir setiap hari James terbang dengan helinya. �Tujuan bos, kalau tidak pulang ke rumah, biasanya ke Cikarang,� kata satpam yang tak bersedia disebut identitasnya itu.

Cikarang yang dimaksud adalah kawasan yang serupa dengan sentra bisnis Lippo Karawaci. Letaknya di kawasan Bekasi (Jawa Barat). Namanya Lippo Cikarang.

Ternyata ada misi lain yang tak disadari banyak orang, di balik megahnya imperium bisnis Lippo di Tangerang dan Bekasi. Hal itu dikatakan Abu Deedat Syihab, kristolog dari Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta). Abu Deedat menyebutnya sebagai misi neo-imperialisme (lihat wawancara dengan Abu Deedat). Lebih spesifiknya, ada misi besar agama Kristen yang diusung di baliknya. Komandannya siapa lagi kalau bukan James T Riady.

Sinyalemen Abu Deedat tampaknya bukan isapan jempol. Kota yang namanya dikenal dimana-mana itu memang menyimpan sejuta rahasia.

No comments:

Post a Comment