Saturday, November 21, 2009

The Mistery of Math

***

Suatu hari tiga orang sahabat, TINO, TONI dan TONO yang sedang
ngerjain tugas kalkulus merasa lapar. Masuklah mereka ke sebuah warteg
langganan mereka yang pelayannya cuantik banget. Kemudian mereka
memesan "Paket Mantap bertiga" seharga Rp.25.000,- Selesai makan
mereka masing-masing mengeluarkan uang sepuluh ribuan. Setelah
membayar mereka menerima kembalian Rp.5.000,- akhirnya Rp.2.000,-
dikasih ke pelayan cuantik sebagai tips, Rp.3.000,- masing-masing
dikembalikan ke TINO, TONI dan TONO. Mereka bersiap untuk pulang...
Tapi sebelum mereka berpisah si TINO iseng bertanya kepada 2 rekannya.
Sebenarnya uang yang kita belanjakan tadi berapa sih?

Mulailah mereka sibuk menghitung.
TINO mengeluarkan 10.000 di kembalikan 1.000 = 9.000
TONI mengeluarkan 10.000 di kembalikan 1.000 = 9.000
TONO mengeluarkan 10.000 di kembalikan 1.000 = 9.000
Dikasih ke pelayan cuantik 2.000
----------------------------------------------------- +
29.000


WAH.....! YANG 1.000 LAGI KEMANA NEH?

PENASARAN KAN?

Asean's Richest 40 2007


These are the ranks :

Rank - Name- Net Worth - Country - Age

1 Robert Kuok $5.3 billion Malaysia 82
2 Ananda Krishnan $5.1 billion Malaysia 67
3 Kwek Leng Beng $4 billion Singapore 64
4 Ng Teng Fong $3.2 billion Singapore 77
5 Charoen Sirivadhanabhakdi $3 billion Thailand 60
6 Lee Seng Wee $2.7 billion Singapore 74
7 Lim Goh Tong $2.6 billion Malaysia 87
8 Quek Leng Chan $2.4 billion Malaysia 64
8 Wee Cho Yaw $2.4 billion Singapore 76
10 R. Budi Hartono $2.3 billion Indonesia 64
11 Chaleo Yoovidhya $2.2 billion Thailand 73
12 Teh Hong Piow $2.1 billion Malaysia 75
13 Putera Sampoerna $2 billion Indonesia 56
13 Rachman Halim $2 billion Indonesia 58
15 Lucio Tan $1.9 billion Philippines 71
16 Henry Sy $1.6 billion Philippines 80
17 Dhanin Chearavanont $1.4 billion Thailand 66
18 Lee Shin Cheng $1.3 billion Malaysia 66
18 Thaksin Shinawatra $1.3 billion Thailand 56
20 Jaime Zobel de Ayal $1.1 billion Philippines 71
20 Tiong Hiew King $1.1 billion Malaysia 69
20 Francis Yeoh $1.1 billion Malaysia 51
23 Eduardo Cojuangco $750 million Philippines 70
23 Liem Sioe Liong $750 million Indonesia 89
25 Murli Kewalram Chanrai $720 million Singapore 82
26 Eka Tjipta Widjaja $710 million Indonesia 82
27 Syed Mokhtar Albukhary $680 million Malaysia 53
28 Arifin Panigoro $610 million Indonesia 60
29 Anant Asavabhokin $540 million Thailand 56
30 Vanchai Chirathivat $485 million Thailand 78
31 Boenjamin Setiawan $460 million Indonesia 73
32 Paulus Tumewu $445 million Indonesia 52
33 Chatri Sophonpanich $440 million Thailand 72
34 John Gokongwei Jr. $425 million Philippines 78
35 George Ty $420 million Philippines 72
36 Vichai Maleenont $380 million Thailand --
37 Oei Hong Leong $355 million Singapore --
37 Tony Tan Caktiong $355 million Philippines 54
39 Olivia Lum $240 million Singapore 45
40 Boonchai Bencharongkul $210 million Thailand 51




And now, Ask Yourself, Cuma ada berapa konglomerat Indonesia?

^^

Pernahkah facebook anda di blokir?


Pernahkah facebook anda di blokir? Kenapa? Ternyata faktor penyebab dari terblokirnya facebook bisa datang dari luar (external) maupun dalam (internal). Apa saja sih penyebab facebook kita di blokir ?
Faktor external terblokirnya facebook

1. Mungkin kamu pekerja atau mahasiswa, dimana peraturan di kantor/kampus itu tidak boleh membuka situs facebook.

2. Mungkin facebook anda di hack sama orang lain.

Faktor internal terblokirnya facebook

1. Terlalu sering menambah (nge-add) teman dalam satu hari. Perlu diketahui, penambahan teman di facebook itu di batasi.

2. Terlalu banyak mengirimkan/menyebarkan link secara berlebihan (spam) baik di dinding, pesan, group atau pun pada saat chatting.

3. Link atau tulisan yang anda kirim bersifat rasis, fitnah, penghinaan, pornografi, dll. contoh anda mengirimkan youporn.com

4. Terlalu banyak mencolek teman (poke).

5. Link atau tulisan yang anda kirim, di kirim secara copy paste.

6. Penggunaan nama palsu.

7. Usia anda di bawah 18 tahun.

8. Mengiklankan aplikasi facebook di dinding facebook orang lain.

9. Terlalu banyak join di group facebook.

10. Ketidaklayakan foto yang kamu pakai.

Kisah Nyata Bukti Gencarnya Kristenisasi : Seorang Ibu dan Sebuah Masjid


�Putri saya sudah lulus kuliah,� seorang ibu warga Cibatu, Cikarang, dekat kawasan Lippo, berkisah.

Untuk kuliah putrinya, ibu tersebut ternyata tak perlu repot-repot mengeluarkan banyak biaya. Seorang pemuda keturunan Cina bersedia menanggung semuanya. Hanya saja, ibu itu terpaksa �menjual� aqidah sang putri. Tadinya ia seorang Muslimah, sekarang menjadi penganut Katolik karena mengikuti suaminya.

Ketika si ibu ditanya tentang agamanya, dengan tanpa ragu menjawab, �Saya seorang Muslimah.�

Kasus di atas hanyalah salah satu cara kristenisasi. Dan tampaknya proyek itu cukup berhasil. Buktinya, begitu susah mencari masjid di kawasan Lippo Cikarang.

Ada satu buah, namanya Masjid At-Taqwa. Itupun tak begitu tampak karena terhalangi kompleks kantor Badan Pertanahan Negara (BPN).

Menurut seorang takmir Masjid At-Taqwa, masjid ini satu-satunya yang terdapat di Lippo Cikarang. Bahkan kabarnya status masjid itu dipermasalahkan oleh pihak Lippo. �Di sini sulit sekali mendapat izin mendirikan masjid,� katanya.

Para takmir pernah menanyakan kepada pihak Lippo, kenapa selalu mempermasalahkan urusan pembangunan masjid. Pihak Lippo mengatakan, tanah yang dipakai untuk masjid itu adalah hibah yang diperuntukkan bagi perkantoran, bukan untuk masjid.* (Ahmad Dani, Ramdhan Muhaimin, Ahmad Damanik/Hidayatullah)

Kristenisasi Terslebung : Institute Haga Indonesia (IHI)

Menurut penyelidikan tim dari Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta), Institute Haga Indonesia (IHI) merupakan tempat pengkaderan para pemimpin gereja tingkat Asia Pasifik. Institusi ini mendapat dukungan dari Group Lippo dan berada di kawasan Lippo Cikarang.

Tidak mudah memastikan keberadaan IHI. Satpam atau pegawai di Lippo Cikarang kalau ditanya tentang lembaga itu, jawabannya hampir senada, �Pernah mendengarnya, hanya saja lupa di mana tempatnya.�

Seorang satpam di Gedung Menara Pasifik, sempat berpikir sejenak ketika ditanya perihal IHI. Dia lantas menunjuk sebuah lokasi di Lippo atas, dekat Perumahan Beverly. Begitu Hidayatullah mendatangi tempat yang dimaksud, satpam yang lain menunjuk sebuah gedung bernama Cahaya Bagi Negeri (CBN). Satpam itu memberi nasihat, �Di sana itu tempat kristenisasi. Kalau Anda nggak mau dibaptis, mendingan jangan ke sana.�

Gedung CBN itu, letaknya agak tersembunyi. Tidak ada angkutan umum yang masuk ke lokasi itu. Bangunan itu terlindung oleh pagar menjulang tinggi. Lokasi pun terletak jauh dari keramaian. Terkesan penuh rahasia.

Lagi-lagi, kalau orang itu ditanya, benarkah itu IHI? Jawabannya sama, �Kayaknya saya pernah mendengar (nama gedung) itu. Tapi lupa lokasinya di mana ya?� Apakah mereka jujur dengan jawabannya, atau menyembunyikan sesuatu? Wallahu a�lam.* (Ahmad Dani, Ramdhan, Ichsan Kamil, Ahmad Damanik/Hidayatullah)

Friday, November 20, 2009

World Harvest Center (WHC) : ORGANISASI KRISTENISASI TERSELUBUNG


Lokasinya di ujung perumahan Lippo Karawaci, berbatasan dengan kampung Binong, Legok Tangerang. Gedung berlantai 5 ini sangat mudah dikenali sebagai tempat para �gembala�. Ada lonceng besar yang terletak di atas menara, yang arsitekturnya menyerupai gereja. Aktivitas di gedung ini dikomandani oleh seorang pendeta bernama DR Jimmy Oentoro.

WHC memiliki beberapa sub-organisasi, yakni HITS, Harvest Community Development (HCD), Fokus Pada Keluarga (FPK), Harvest Media Center (HCM), dan Harvest Praise Ministry (HPM). Semua berkantor di kompleks gedung ini. Sementara kantor WHC sendiri berada di sebelah kanan bangunan, persis bersebelahan dengan Toko Buku Harvest. Di sini pula HCD bermarkas.

HCD adalah lembaga sosial kemasyarakatan yang mengemban misi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu programnya bernama Education Program (Program Pendidikan), yang bercita-cita mengadopsi satu milyar anak Indonesia untuk menyelamatkan bangsa. Bentuknya bisa berupa pemberian bantuan biaya pendidikan kepada anak-anak kurang mampu, pengajaran nilai-nilai positif, moral, dan meningkatkan kualitas diri melalui program kesehatan yang bernutrisi.

Salah satu program yang telah digulirkan adalah Prosip (Program Siswa Peduli). Pada tahun ajaran 1997/1998 program ini memberikan bantuan beasiswa kepada 33 murid dan 16 guru dari Sekolah Yayasan Sri Urni yang berdiri sejak 1975. Sekolah ini berada di Muara Baru, Cilincing (Jakarta Utara).

Saat itu, sekolah Sri Urni nyaris gulung tikar. Pemiliknya bernama Bawan, berasal dari Tana Toraja (Sulawesi Selatan). Pada saat mendapat guyuran beasiswa dari Prosip, sekolah ini memiliki murid 453 orang. Anehnya, 50 persen muridnya bukanlah anak-anak Kristen, melainkan beragama Islam.

Sebagaimana lembaga pendidikan Kristen pada umumnya, sekolah Sri Urni banyak menyelenggarakan acara ritual keagamaan. Namanya Kelompok Tumbuh Bersama (KTB), yaitu persekutuan khusus murid-murid tiap hari Jumat, dan kebaktian umum setiap hari Minggu.

Program lainnya adalah Health Program (Program Kesehatan). Kegiatannya berupa penyediaan obat-obatan, tenaga medis, air bersih, dan lain-lain, untuk masyarakat di pedesaan.

Ada lagi program penyediaan makanan bergizi kepada rakyat miskin dan masyarakat daerah konflik. Yang ini diberi nama Feeding Program (Program Pemberian Makanan).

Keempat, Job Creation Program (Program Penciptaan Lapangan Kerja), yaitu mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui penumbuhan semangat entrepreneurship dan penyelenggaraan pelatihan tenaga kerja.

WHC beralamat di Jl Gunung Rinjani No 6 Taman Himalaya, Lippo Karawaci, 15811. Satu kompleks dengan Sekolah Dian Harapan. Sekolah ini diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah. Sasaran utamanya adalah kampung atau komunitas yang berada di sekitar Lippo Karawaci.

Sekolah Dian Harapan terdiri atas SD hingga SMU. Fasilitas belajarnya lengkap, berstandar internasional. Tak jauh berbeda dengan Sekolah Pelita Harapan, dalam tingkatan yang sama, namun khusus bagi masyarakat kelas atas alias kaya raya.

http://l.b5z.net/i/u/6059633/i/WHFC_Logocropped.jpg

Preparing this generation for the return of the Lord Jesus Christ!


Word from the Pastor:
2
Welcome to the World Harvest Faith Center Website. The message of this website comes to you in order for you to come to know our enthusiasm, passion, and our motivation to preach the gospel and minister with honesty and integrity. To minister with men and women of integrity like yourself in these last days.

I am excited and thrilled about the opportunity to bring our church ministry to you. I am filled with anticipation and make a commitment of excellence to you that this ministry will work diligently to do the will of God, and assist you and your family in your walk with the Lord as you push on to the high mark of your calling.

Once again thank you for allowing this ministry to come to you, World Harvest Faith Center stands in faith and agreement with you that at the culmination of the ages, we can work together to uphold a powerful, dynamic flow of ministry, as we preach the gospel to this last generation.

Pastor Terry & Kathy Palmer

Universitas Pelita Harapan (UPH) : Media Kristenisasi via Pendidikan





Lembaga ini didirikan tahun 1993 melalui Yayasan Universitas Pelita Harapan. Mulai beroperasi pada bulan Mei 1994. Jumlah mahasiswa awalnya 250 orang.

Kampus ini mengalami perkembangan pesat. Menurut penjelasan dalam brosurnya, saat ini jumlah mahasiswa UPH ada 5.000-an orang. Fasilitas kuliahnya juga terus meningkat. Universitas yang menyatakan diri sebagai Digital Campus ini dipimpin seorang rektor bernama Johannes Oentoro, PhD.

Situasi perkuliahan tak banyak berbeda dengan kampus lainnya. Hanya saja, bila diperhatikan secara seksama, jumlah mahasiswa keturunan Tionghoa jauh lebih banyak dibanding pribumi.

Mahasiswa yang beragama Islam ada juga di kampus ini. Beberapa di antaranya lulusan dari SMU Taruna Nusantara Magelang, sebuah sekolah unggulan yang pendidikannya ala militer. Mereka sempat membentuk Kerohanian Islam (Rohis) sendiri. Tetapi kegiatannya tak berjalan dengan baik.

Sebuah harakah pernah mencoba masuk ke UPH. Sayang, sekarang tak menggeliat lagi. Penyebabnya, aktivis yang menggerakkannya sudah banyak yang lulus, atau drop out tak kuat membayar biaya kuliah yang setinggi langit.

Menurut Abdul Ghoni, seorang aktivis harakah yang pernah berjuang mensyiarkan Islam di Lippo Karawaci, saat ini masih banyak mahasiswa Muslim di UPH. Mereka bisa tetap kuliah karena mendapat fasilitas beasiswa. �Bila beasiswa diputus, kuliah pun berhenti,� kata Ghoni.

Kesan bahwa kampus ini membawa misi Kristen langsung terasa di pintu masuk. Ada sebuah tulisan mencolok berbunyi, �If You Told To My Teaching, You Are Really My Disciplines, Then You Will Know The Truth And The Truth Will Set You Free. (Johannes 8: 31-32).�

Di lantai tiga gedung UPH, terdapat Harvest International Theological Seminary (HITS) atau Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest. Ini adalah sebuah lembaga yang berada di bawah naungan World Harvest Center (WHC).

Seperti tertulis dalam brosurnya, HITS mempunyai misi: Preparing a skillful, Godly character and have high dedication for impacting community and churches in 21st century. Artinya: mempersiapkan sumber daya manusia siap guna, berkarakter ketuhanan, dan punya dedikasi tinggi untuk mempengaruhi masyarakat dan gereja di abad ke-21.